LIDAH LEGENDARIS
Kang Ilat mendatangi rumah Nyi Kondang bukan untuk memuaskan batang kemaluannya, sebaliknya ia ingin memuaskan Nyi Kondang. Kegiatannya menyelinap malam-malam ke rumah Nyi Kondang harusnya adalah perbuatan terlarang. Nyi Kondang memang tengah ambil libur dari pekerjaan hiburan di lokalisasi, tapi itu bukan berarti Nyi Kondang mau menerima tamu. Kalau saja Nyi Kondang tidak mau mendengarkan tawaran Kang Ilat, ia pasti sudah memanggil tukang gebuk lokalisasi untuk menghabisi Kang Ilat yang tak diundang tapi datang ini. Tawaran Kang Ilat menarik untuk diterima. “Meski kelaminku sudah tidak berfungsi, tapi aku telah menemukan cara menyalurkan energi syahwat ke lidahku. Aku telah berlatih. Lidah memang tak bertulang, sama halnya dengan pelir.” “Pelir dan lidah itu tak sama, Kang.” “Itulah. Nyi Kondang sudah terlampau banyak menerima yang sama. Percayalah, lidahku dapat sekeras linggis, atau terong, sesuka Nyi saja. Aku dapat mengaturnya. Bila Nyi Kondang menghendaki getaran yang nis...